Sahabat Bunda Dalam Mengoptimalkan

Sahabat Bunda Dalam Mengoptimalkan Perkembangan Anak

Sabtu, 19 Februari 2011

Nyamuk Pertama

Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani sederhana bersama istrinya yang cantik. Petani itu selalu bekerja keras, tetapi istrinya hanya bersolek dan tidak mempedulikan rumah tangganya. Mereka tinggal di rumah yang sangat sederhana dan hidup dari hasil pertanian sebagaimana layaknya keluarga petani.
 
          Sang istri yang cantik itu tidak puas dengan keadaan mereka. Dia merasa, sudah selayaknya jika suaminya berpenghasilan lebih besar supaya dia bisa merawat kecantikannya. Untuk memenuhi tuntutan istrinya, petani itu bekerja lebih keras. Namun, sekeras apa pun kerja si petani, dia tak mampu memenuhi tuntutan istrinya. Selain minta dibelikan obat-obatan yang dapat menjaga kecantikanya, istrinya juga suka minta dibelikan pakaian yang bagus-bagus --yang tentunya sangat mahal.
 
          “Bagaimana bisa kelihatan cantik kalau pakaianku buruk,” kata sang istri.

           Karena hanya sibuk mengurusi penampilan, istri yang cantik itu tidak memperhatikan kesehatannya. Dia jatuh sakit. Sakitnya makin parah hingga akhirnya meninggal dunia. Suaminya begitu sedih. Sepanjang hari dia menangisi istrinya yang kini terbujur tanpa daya. Karena tak ingin kehilangan, petani itu tak mau mengubur tubuh istrinya yang amat dicintainya itu. Dia ingin menghidupkan kembali istrinya.

          Esok harinya suami yang malang itu menjual semua miliknya dan membeli sebuah sampan. Dengan sampan itu dia membawa jasad istrinya menyusuri sungai menuju tempat yang diyakini sebagai persemayaman para dewa. Dewa tentu mau menghidupkan kembali istriku, begitu pikirnya.
 
          Meskipun tak tahu persis tempat persemayaman para dewa, petani itu terus mengayuh sampannya. Dia mengayuh dan mengayuh tak kenal lelah. Suatu hari, kabut tebal menghalangi pandangannya sehingga sampannya tersangkut. Ketika kabut menguap, di hadapannya berdiri sebuah gunung yang amat tinggi, yang puncaknya menembus awan. Di sinilah tempat tinggal para dewa, pikir Petani. Dia lalu mendaki gunung itu sambil membawa jasad istrinya.
 
          Dalam perjalanan dia bertemu dengan seorang lelaki tua.
 
          “Kau pasti dewa penghuni kayangan ini,” seru si petani dengan gembira.
 
          Dikatakannya maksud kedatangannya ke tempat itu.
 
          Laki-laki tua itu tersenyum.
 
          “Sungguh kau suami yang baik. Tapi, apa gunanya menghidupkan kembali istrimu?”
 
          “Dia sangat berarti bagiku. Dialah yang membuat aku bersemangat. Maka hidupkanlah dia kembali,” kata si petani.
 
          Laki-laki tua itu menganggukkan kepalanya.
 
          “Baiklah kalau begitu. Akan kuturuti permintaanmu. Sebagai balasan atas kebaikan dan kerja kerasmu selama ini, aku akan memberimu rahasia bagaimana cara menghidupkan kembali istrimu. Tusuk ujung jarimu, lalu percikkan tiga tetes darah ke mulutnya. Niscaya dia akan hidup kembali. Jika setelah itu istrimu macam-macam, ingatkan bahwa dia hidup dari tiga tetes darahmu.”

           Petani itu segera melaksanakan pesan dewa itu.


Ajaib, istrinya benar-benar hidup kembali.
 
          Tanpa pikir panjang, suami yang bahagia itu pun membawa pulang istrinya. Tapi, sang istri tahu, selain sampan yang dinaiki mereka, kini suaminya tak punya apa-apa lagi. Lalu, dengan apa dia merawat kecantikannya?
 
          Suatu hari, sampailah suami-istri itu di sebuah pelabuhan yang sangat ramai. Petani turun dari sampan dan pergi ke pasar untuk membeli bekal perjalanan dan meninggalkan istrinya sendirian di sampan. Kebetulan, di sebelah sampan mereka bersandar sebuah perahu yang sangat indah milik seorang saudagar kaya yang sedang singgah di tempat itu. Melihat kecantkan istri si petani, pemiliik perahu itu jatuh cinta dan membujuk perempuan cantik itu untuk ikut bersamanya.
 
          “Kalau kau mau ikut denganku, akan aku belikan apa saja yang kau minta,” kata sang saudagar.
 
          Sang istri petani tergoda. Dia lalu pergi dengan saudagar itu.
 
          Pulang dari pasar Petani terkejut karena istrinya tak ada lagi di sampannya. Dia mencari ke sana-kemari, tetapi sia-sia. Setahun kemudian, bertemulah dia dengan istrinya, tetapi istrinya menolak kembali kepadanya. Petani lalu teringat kepada dewa yang memberinya rahasia menghidupkan kembali istrinya.
 
          “Sungguh kau tak tahu berterima kasih. Asal tahu saja, kau hidup kembali karena minum tiga tetes darahku.”
 
          Istrinya tertawa mengejek.
 
          “Jadi, aku harus mengembalikan tiga tetes darahmu? Baiklah…”
 
          Sang istri pun menusuk salah satu jarinya dengan maksud memberi tiga tetes darahnya kepada suaminya. Namun, begitu tetes darah ketiga menitik dari jarinya, wajahnya memucat, tubuhnya lemas, makin lemas, hingga akhirnya jatuh tak berdaya. Mati.

           Setelah mati, dia menjelma menjadi nyamuk. Sejak itu, setiap malam nyamuk jelmaan wanita cantik itu berusaha menghisap darah manusia agar dapat kembali ke ujudnya semula. 

(Diceritakan kembali oleh: Prih Suharto. Sumber: Sketches for a Portrait of Vietnamese Culture)
prih_suharto @ yahoo . com

Minggu, 13 Februari 2011

ANAK AKTIF, ANAK SEHAT

Keaktifan si batita kadang membuat Anda pusing tujuh keliling. Padahal bila difasilitasi, aktivitas fisiknya bisa membuat si kecil tumbuh sehat dan kuat.

Sasha (27 tahun) mengetuk pintu rumah Pricilla (27 tahun), sahabatnya. Karena tidaak ada yang membukakan, ia pun masuk sambil memanggil sahabatnya tersebut. Ternyata sang sahabat dan si kecilnya sedang berolah raga di halaman belakang. Pricilla melakukan gerakan yoga yang sederhana, sementara Nina - putrinya yang baru berusia 2 tahun - mencoba mengikuti gerakan sang mama.
Sasha menyapa sahabatnya, "Cilla, lagi apa? lucu sekali anak kamu."
"lagi yoga nih. Nina aku ajak biar ikut olahraga."
"Wah,hebat ya! anakku sih kurang aktif. Kerjanya nonton film kartun terus."

ANAK AKTIF, ANAK SEHAT
Bagaimana dengan buah hati Anda, apa dia aktif bergerak? keaktifan tersebut memang kadang cukup merepotkan orangtua, namun sebenarnya keaktifan sang buah hati banyak kegunaannya.
Bila Anda mendorongnya untuk selalu aktif bergerak dan menyediakan tempat bermain yang aman dan nyaman untuknya, si kecil akan sehat secara fisik. Nah, anak yang aktif saat kecilnya, cenderung untuk aktif terus sepanjang hidupnya.sehingga ia bisa:
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengurangi resiko penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung
  • Memiliki otot dan tulang yang kuat
  • Memiliki tubuh yang lebih lentur
  • Memiliki kualitas tidur yang baik
BERAPA LAMA?
Mengajak si kecil aktif bergerak atau berolahraga tentu ada aturannya. Apalagi, ia masih berusia 2 tahun. Salah satu yang harus diperhatikan orangtua adalah, berapa lama waktu yang sebaiknya diterapkan. Berikut rekomendasi National Association of Sport and Physical Education, Amerika Serikat, tentang waktu aktivitas fisik batita Anda setiap hari:
1Minimum 30 menit untuk aktivitas fisik yang berstruktur di bawah panduan orang dewasa
2 Minimum 60 menit untuk aktivitas fisik bebas. Artinya, bebaskan si kecil untuk neraktivitas fisik apa saja -di bawah pengawasan dewasa tentu saja.
3 Jangan biarkan ia berdiam diri/ tidak bergerak selama lebih dari 1 jam berturut-turut (kecuali ia sedang tidur)

Untuk menerapkan itu tentu bukan perkara mudah bagi sebagian orangtua - khususnya bagi mereka yang bekerja. Tak heran bila sekarang ini anak kecil cenderung tidak aktif. Fasilitas televisi, komputer, atau video games yang diberikan orangtua, ditambah kurangnya lahan untuk bermain 'memaksa' mereka untuk duduk nyaman seharian.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), rata-rata anak di Amerika Serikat menonton televissi sekitar 3 jam setiap harinya. Padahal, seorang anak di bawah umur 2 tahun seharusnya tidak menonton televisi sama sekali, sementara anak berusia 2 tahun ke atas boleh menonton televisi namun tidak lebih dari 2 jam sehari! itupun hanya bila ada program televisi yang benar-benar cocok untuknya.

AKTIF BERGERAK BERSAMA
Untuk itu, mulai sekarang sempatkan diri untuk beraktivitas fisik bersama si kecil. Bila memang tidak ada waktu, pastikan bahwa pengasuhnya memahami betapa pentingnya aktivitas fisik tersebut.
Anak 2 tahun itu sendiri sedang belajar untuk menguasai gerakan dasar, seperti berjalan, berlari,  menendang, dan melempar. Pada dasarny, mereka memang sedang aktif-aktifnya. Oleh karena itu, Anda tinggal memfasilitasi mereka untuk aktif secara fisik, seperti dengan cara:
1Bila memungkinkan, buatlah playground di rumah Anda. Bila tidak, ajak si kecil ke taman bermain terdekat. Disana, ia bisa aktif bermain ayunan, perosotan, atau merangkak di terowongan. Merangkak sendiri banyak kegunaannya. oleh karena itu, ajak mereka bermain merangkak, ada lho orang dewasa yang sampai sekarang tidak bisa merangkak :)
2Ciptakan permainan sederhana yang bisa dilakukan bersama, misalnya:
  • Ajak ia mengikuti gaya berjalan penguin, katak, atau hewan lain.
  • Duduk berhadapan sambil berpegangan tangan, lalu saling menarik dan menorong.
  • Taruh telapak tangan dan lutut Anda di tanah, lalu biarkan si kecil merangkak di bawah Anda.
  • Sediakan alat sederhana, seperti bola atau mobil-mobilan, lalu bermainlah bersamanya.
3Mainkan lagu yang ceria, dan berdansalah bersamanya. Cara ini bisa dilakukan kapan saja, khususnya bila sedang musim hujan dan tidak memungkinkan untuk bermain di luar.
4 Sebagai variasi, ajak si kecil ke tempat yang jarang didatangi. Misalnya, pantai atau pegunungan. Disana, bermainlah di alam terbuka. tapi tentu saja bermain di alam terbuka membutuhkan pengawasan ekstra.
5 Manfaatkan semua kesempatan. contohnya, daripada duduk terus di kereta bayi, biarkan si kecil berjalan selama di mal, atau sekali-kali biarkan ia naik tangga-dengan dibantu oleh Anda-daripada terus naik lift.
6 Undang teman atau anak-anak yang seumuran si kecil ke rumah, dan lakukan aktivitas fisik bersama. Seperti, bermain air dan berendam dikolam plastik untuk anak-anak.
7 Jadilah contoh yang baik di mata anak. Bila ingin si kecil aktif secara fisik, Anda harus melakukannya, seorang anak kerap mencontoh apa yang dilihatnya.
8 Bila perlu, daftarkan anak ke playgym terdekat. Berkumpul bersama teman-teman sebaya akan mendorongnya untuk lebih antusias beraktivitas. selain sehat secara fisik, di playgym seorang anak juga akan terbiasa untuk antri (memakai mainan) dan lebih percaya diri bila berhasil melakukan suatu aktivitas di depan guru dan teman-temannya.

Dengan fasilitas dan pengawasan dari Anda ataupun orang dewasa lain, si kecil akan tumbuh menjadi anak yang aktif dan sehat.

Sabtu, 12 Februari 2011

1 Years, Brain Gym Untuk Kecerdasan Optimal

Bagi Batita memori merupakan salah satu faktor pembentuk inteligensi, terkait dengan kemampuan anak mengingat, mamahami, dan me-recall pengalaman.


"Lulu sayang, sekarang tangan kanan lulu kita simpan di pundak kiri ya..nah sekarang tangan kanannya kira taruh di pundak kiri. I..love..you..I love you sayang..", kata Ariana (29 tahun) sambil mendekap tangan anaknya yang tengah berada dalam posisi duduk, sementara tangan Lulu (11 bulan) seolah memeluk dirinya sendiri.
Apa yang dilakukan Ariana pada putrinya bukanlah hanya sekedar memeluk. ia sedang mempraktekkan salah satu gerakan dalam Baby Brain Bym. "Brain Gym adalah serangkaian gerakan sederhana yang bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan otak," kata seorang pakar brain gym, Leli Tobing, Mont, Dipl, BBA.
Brain gym, dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak. Sehingga, anak lebih rileks, segar, cepat tanggap, dan fokus. Selain itu, gerakan dalam brain gym diyakini dapat membantu mengembangkan daya ingat atau memori.
Menurut dr. Atilla Dewanti, Sp, dokter spesialis anak, Brawijaya Women and Children Hospital, "bagi batita memori merupakan salah satu faktor pembentukan inteligensi, terkait dengan kemampuan anak mengingat, memahami, dan me-recall pengalaman saat menerima informasi melalui stimulasi," kata Atilla.

ANAK-ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS
 Metode brain gym pertama kali dikembangkan oleh sepasang suami istri bernama Paul Dennison dan Gail Dennisson melalui yayasannya yang bernama Educational Kinesiology. Metoda yang dikembangkan pada 1970, awalnya diperuntukkan bagi anak yang memiliki kesulitan belajar, misalnya anak dengan kebutuhan khusus (autis, cerebal palsy, down syndrome, dll).
Tetapi, bukan berarti penerapan metoda ini hanya terbatas pada anak dengan kebutuhan khusus. logikanya, apabila brain gym bisa berdampak positif pada anak dengan kebutuhan khusus, tentu akan memberi manfaat yang baik bagi anak normal.
3 DIMENSI
Gerakan brain gym sendiri memiliki 26 gerakan yang terbagi dalam 3 dimensi, yaitu:
1 Dimensi Centering. Gerakan dalam dimensi ini diarahkan agar memberi manfaat pada otak atas dan otak bawah.
2 Dimensi Focus. Gerakan ini ditujukan untuk memberikan stimulus pada otak depan dan otak belakang.
3 Dimensi Lateral. Gerakan dalam dimensi ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi otak kiri dan otak kanan.
Karena gerakannya sederhana, maka dimungkinkan mempraktekkannya di rumah. Hanya saja, tetap harus hati-hati. Sesuaikan dengan kategori usia, jangan dipaksakan bila bayi secara usia belum mampu melakukan suatu gerakan tertentu.
Brain gym dapat dilakukan 2 kali sehari. Masing-masing antara 10 - 15 menit. Idealnya sebelum mandi pagi, dan sebelum mandi sore.

GERAKAN SILANG
Di antara gerakan metoda brain gym yang relatif mudah, terutama bayi usia 6 bulan ke atas adalah gerakan silang. Gerakan ini termasuk dimensi lateral yang berfungsi mengoptimalkan kemampuan otak kiri - terkait dengan kemampuan logika - dan otak kanan - kemampuan imajinasi, kreativitas, dan emosi- inti dari gerakan silang adalah gerakan yang menyeberang garis tengah tubuh.
Di antara gerakan silang yang bisa diimplementasikan adalah bayi dalam posisi telentang, lalu kaki dan tangan digerakkan secara menyilang. Tangan kiri digerakkan bersamaan dengan kaki kanan, sedangkan tangan kanan digerakkan bersamaan dengan kaki kiri.
Gerakan silang mampu memberikan manfaat pada bayi yaitu mengaktifkan hubungan otak kanan dan kiri, koordinasi indera pendengaran, penglihatan, perabaan, dan koordinasi motorik gerak bayi. Sehingga kemampuan memori anak dapat berkembang maksimal.
Gerakan dalam brain gym bermanfaat pula dalam menumbuhkan ikatan cinta (bonding) Anda dan si kecil.
Sementara itu, gerakan dimensi fokus, cenderung lebih rumit, sehingga tidak dapat diimplementasikan pada batita. Sedangkan gerakan pada dimensi centering sudah bisa diimplementasikan pada batita. Gerakan ini dapat memberikan efek rileksasi pada syaraf-syaraf.
Caranya, lakukan pijatan pada titik-titik tertentu anggota tubuh. Misalnya, dalam posisi telentang, letakkan satu tangan Anda pada 2 lekukan tubuh di bagian bawah tulang leher anak. Sementara tangan lainnya ditaruh di atas pusar sikecil, pijitlah 2 lekukan tubuh tadi.
Sambil mengimplementasikan gerakan brain gym, Anda bisa menggunakan musik sebagai pendukung. Pada gerakan dimensi lateral, gunakan saja musik yang beritme riang untuk memicu semangat. sedangkan pada gerakan dimensi centering, putarlah musik lembut agar dapat membantu memberikan efek rileksasi.

KONDISI AMAN, LINGKUNGAN NYAMAN
Dalam memberikan stimulasi pada si kecil - termasuk ketika melakukan brain gym- ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. antara lain:
  • anak tidak dalam keadaan lapar/ haus. untuk itu berikan cukup cairan sebelum memberikan stimulus.
  • anak senang. Ciptakan kondisi yang menyenangkan. Misalnya, Anda melakukan brain gym sambil bernyanyi, tersenyum, dan melakukan kontak mata. Ini penting untuk menumbuhkan bonding (ikatan cinta) Anda dan si kecil.
  • anak nyaman, bebas bergerak. oleh karena itu: popok yang fit di badan gunakan popok yang nyaman bisa tetap kering dan tidak membatasi gerak kaki, gunakan pakaian ringan dan mampu menyerap keringat, kondisi sehat (jangan lakukan brain gym jika kondisi anak sedang tidak prima, misalnya sedang sakit), lingkungan bersih. pastikan lingkungan bersih sehingga menyehatkan bagi bayi, gunakan alat yang empuk ketika melakukan brain gym misalnya dilakukan di atas matras, selimut, handuk tebal, dll.


Wah, menarik bukan? Nah, bila tertarik, silahkan gali informasi lebih dalam.








MEMBANGUN DAYA PIKIR ANAK DENGAN BERMAIN

Anak-anak bermain karena bermain menyenangkan. Oleh karena itu, ada keinginan untuk mengulanginya karena pengulangan tersebut lahirlah penguasaan suatu keterampilan yang menimbulkan perasaan berhasil dan percaya diri.
Sebagai orangtua, Anda tentu sangat memperhatikan perkembangan daya pikir anak. Anda ingin sang buah hati maju dalam segala hal yang ia lakukan. Bahkan Anda ingin si kecil bisa membaca dan menulis sedini mungkin. Namun, mari kita berpikir secara realistis bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat kita percepat; belajar bukanlah hanya membaca dan menulis seperti yang telah kita ketahui. Namun, Anda dapat membantu si kecil membangun pondasi yang ia perlukan untuk masa depan.
Amatilah anak Anda yang masih kecil dan apakah yang biasanya ia lakukan sepanjang hari? Ia bermain! Ia secara aktif melibatkan dirinya dengan bermain, benda di dalam rumah atau apapun yang Anda miliki dalam tas. Ia suka memegang benda yang dilihatnya, bukan? memang, bermain adalah cara alami untuk belajar dan merupakan bagian penting dari perkembangan. Bermain sangat penting untuk pertumbuhan sosial, emosional, fisik, dan kognitif anak Anda. Dengan bermain, seorang anak bisa mempelajari tubuh dan dunianya. Ia pun aan menggunakan seluruh panca indranya untuk melakukan hal itu.
Para ahli anak menekankan pentingnya nilai bermain pada anak-anak, karena bermain memberikan:

  • Stimulasi
  • Meningkatkan keterampilan dan koordinasi
  • Membantu anak-anak mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka
  • Memberikan ruang untuk melakukan eksplorasi dan melibatkan mereka dalam pemecahan masalah, pemahaman, konsep, dll. 
Sekarang, jenis-jenis permainan apa yang terbaik untuk anak saya? hal ini tergantung pada tahap perkembangan anak Anda. Karena bermain merupakan alat yang dipakai untuk mempelajari dunia ini, maka keterampilan yang ia pelajari sekarang adalah petunjuk terbaik bagi Anda untuk memilih aktivitas terbaik untuknya. Di bawah ini ada beberapa aktivitas bermain yang dapat menunjang  setiap area perkembangan.
BAYI (0 - 12 BULAN)
1Bayi Anda yang baru lahir mungkin hampir selalu berbaring namun seluruh inderanya bekerja. Ia sedang menerima sensasi bunyi, penglihatan dan bau dunianya.. Antara 1 - 3 bulan gerakan bayi lebih merupakan gerakan refleks namun bersamaan dengan bertambahnya usia ia secara bertahap belajar untuk mengontrol tubuhnya sendiri dengan benda-benda.
2Bicaralah dengan bayi Anda, meski ia mungkin tidak mengerti apa yang Anda katakan.  Berikan mainan berwana atau perlihatkan gambar-gambar di buku, tunjukkan dan jelaskan benda-benda yang ada.
3Berikan anak anda benda yang berbeda untuk dipegang dan dikendalikan. Namun berhati-hatilah dan pastikan bahwa benda-benda tersebut cukup besar sehingga tidak dapat tertelan. Karena seringkali ia memasukkan benda ke mulutnya. Interaksinya dengan mainan atau benda-benda akan mengajarkannya banyak ketrampilan.
4Kaki-kaki si kecil pun menjadi lebih kuat dan tidak lama kemudian bayi Anda akan sibuk belajar untuk bergerak kesana-kemari. Permainannya akan lebih sering melibatkan kedua kaki dan bahunya. Ia akan belajar merangkak, merambat dengan cara berpegangan pada kursi hingga akhirnya bisa berjalan sendiri. Anda sebaiknya menyediakan waktu dan tempat aagar bayi Anda bisa melakukan aktivitas ini. Ingatlah, pengulangan aktivitas akan membantu menguasaan suatu ketrampilan.
5Perkenalkan anak Anda pada musik dengan berayun dan bergerak mengikuti irama dengan menyanyikan lagu nina bobo kesukaannya atau beragam jenis musik. musik dapat menunjang daya ingat, imajinasi dan bahasa.
6Tunjukkan bayi Anda pada anggota keluarga lainnya, anak-anak, orang dewasa, atau babysitter. Ini akan membantu anak menikmati interaksi dengan orang lain.


TODDLER (1 - 2 TAHUN)


1Anak Anda sekarang sudah lebih banyak bergerak. Ia mulai berusaha untuk mandiri namun tidak mau berpisah dari Anda terlalu lama,
2Pastikan bahwa rumah aman untuk anak sehingga anak Anda dapat bergerak bebas. Biarkan dia berjalan, berlari, dan merasakan berbagai jenis permukaan dan turunan. Ia mungkin sering terjatuh, namun tak usah khawatir selama ia tidak terluka. Mobilitas memungkinkannya menjelajahi lingkungannya.
 3 Si kecil akan senang mengocok, memukul, menyentuh dengan jati atau tongkat, dan melempar benda-benda. Bermain dengan benda-benda mengajarkannya memecahkan masalah sederhana dan mempelajari konsep-konsep seperti lembut dan keras, berat dan ringan, atas dan bawah, ke dalam dan ke luar, dll.
4 Anak Anda akan menciptakan aktivitas bermainnya sendiri, meniru apa yang ia lihat dan memakai benda-benda untuk mencapai tujuannya. Ia akan menempelkan gelas ke mulutnya seolah hendak minum, memoleskan lipstik pada mulut dan wajahnya, atau ia akan menggunakan telepon untuk "berbicara" dengan Anda. Hal ini membantunya mengenal hubungan antar benda.
5 Ia mengenali wajah yang biasa dilihatnya dan terus menerus belajar bersosialisasi. Perkenalkanlah ia pada orang-orang lain, pada beragam tempat dan acara.

ANAK-ANAK USIA PRA-SEKOLAH (3 5 TAHUN)

 1Saat ini anak Anda lebih mengerti akan dunianya namun masih harus tumbuh lebih jauh lagi.
2Anak Anda masih belajar mengendalikan otot motorik halusnya. Ia menikmati aktivitas yang menggunakan tangan. Berikan ia mainan konstruksi seperti lego, blok, ataau lilin mainan. Ia juga akan menemukan sendiri mainan yang ia sukai. Aktivitas-aktivitas ini akan berguna nantinya untuk menulis, makan, dan mengerjakan proyek seni.
3 Gambarnya sekarang mulai berbentuk dan menampilkan benda atau orang. Usaha untuk menulis namanya sendiri mungkin menghasilkan tulisan yang hurufnya tak lengkap atau terbalik. Ini hanya menunjukkan bahwa penguasaan ketrampilan ini sedang dipelajari dan merupakan hal yang normal pada usia ini.
4 Ia telah mendapatkan beberapa konsep tentang dunianya. Ia berusaha untuk menggunakan pengetahuannya ini untuk beberapa situasi. Melaluiaktivitas bermain yang melibatkan eksplorasi dan eksperimen, ia mempelajari konsep seperti tekstur, berat, rasa, bunyi, huruf, angka, dan waktu, serta masih banyak lagi.
5 Aktivitas bermainnya akan lebih banyak pada aktivitas sosial di antaranya belajar untuk berbagi, bekerja sama, mengembangkan ketrampilan bahasa, dan bermain sandiwara dalam aktivitas bersama.
6 Anak Anda akan bereksplorasi dalam memainkan peraan-peran lain, misalnya bermain sebagai mama, papa, pak polisi, dokter, dan bahkan seekor hewan! Berikan anak Anda kesempatan untuk mengekspresikan rasa takut, dan fantasi mereka, khususnya melalui bermain sandiwara.


ANAK-ANAK USIA SEKOLAH (6 - 12 TAHUN)

1 Perbedaan nyata dapat dilihat dalam cara bagaimana anak usia sekolah bermain dan berpikir.
2 Ia masih suka bermain dengan fantasinya namun mulai menikmati permainan kompetitif dan olah raga, serta permainan dengan papan permainan. Jenis permainan ini dapat mengajarkan ketrampilan penting seperti menunggu giliran dan sebab akibat.
3 Anak usia sekolah Anda sekarang sian dan mungkin mau melakukan berbagai hal sendiri seperti mandi, mempersiapkan makanan, atau mengenakan baju, dll. Hal-hal yang duku biasa ia mainkan telah mempersiapkan dirinya untuk mengurus dirinya sendiri. Misalnya, aktivtas bermain masak-masakan telah terlengkapi dengan ketrampilan mempersiapkan cemilan sederhana. Demikian piula aktivitas seni awal (mewarnai, menempel, dan menggunting) telah menyiapkannya untuk melakukan proyek-proyek yang diperlukan di sekolah.
4 Melalui interaksi sosial, anak-anak usia sekolah mulai mengembangkan rasa bangga atas keberhasilan dan kemampuan mereka.

Bermain sungguh merupakan bagian penting dalam pertumbuhan. seperti yang kita lihat sebelumnya, ketrampilan yang perlu dikembangkan anak agar kelak menjadi orang dewasa yang aktif dan produktif berasak dari aktivitas bermain. Ketrampilan ini meliputi kemampuan membaca, menulis, logika matematis, berpikir logis, kreativitas, dan bersosialisasi. beberapa ketrampilan sosial yang dipelajari adalah: kemampuan berbagi, menjadi pemain tim, bersosialisasi, membuat dan memperbaiki peraturan, dan menerima pandangan orang lain. Oleh sebab itu, bangunlah daya pikir anak Anda serta kembangkanlah area-area perkembangan lainnya dengan bermain.



Sabtu, 05 Februari 2011

Hati-Hati, Vitamin Bikin Kurus

S iapa bilang vitamin bisa menambah nafsu makan ? Justru vitamin bisa bikin si kecil makin kurus kalau kelebihan.
Biasanya ibu-ibu paling rajin minta resep vitamin buat anaknya. Kalau dokter nggak kasih, langsung saja "lari" ke apotik. Begitu, kan, Bu?
Hati-hati, lo, pemberian vitamin secara berlebih bisa menimbun dalam tubuh si kecil hingga timbul efek samping; terutama golongan vitamin yang tak larut dalam air seperti vitamin A, D, E, dan K. "Kelebihan vitamin A bisa mengakibatkan kepala jadi pusing-pusing," terang Dr.Najib Advani SpAK., MMed., Paed. dari bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Bahkan, vitamin yang larut dalam air pun semisal vitamin C, juga tak boleh diberi dalam dosis tinggi. "Kelebihan vitamin C menimbulkan batu pada ginjal, disamping mengakibatkan iritasi lambung hingga lambung terasa perih." Apalagi jika pemberiannya dalam jangka waktu lama, "anak jadi ketergantungan vitamin C. Istilah kedokterannya, rebound."
Itulah mengapa, dokter sangat "pelit" kala dimintai resep vitamin, sekalipun vitamin si kecil yang dulu ia resepkan sudah habis. Soalnya, pemberian vitamin untuk bayi dan anak memang tak dianjurkan buat seumur hidup.
TAK MENAMBAH NAFSU MAKAN
Umumnya, orang tua memberi vitamin pada bayi untuk tujuan menambah berat badan karena vitamin dipercaya bisa menambah nafsu makan. Bahkan, saking vitamin dianggap mujarab mengatasi anak sulit makan, sering terjadi orang tua setengah memaksa dokter agar memberikan vitamin. Sekalipun pola makan anaknya sudah bagus dan badannya juga gemuk.
Padahal, tak ada satu pun vitamin yang berkhasiat menambah nafsu makan secara langsung. Sekalipun saat si kecil tak mau makan lantaran sakit dan dokter memberinya vitamin, juga bukan karena vitamin tersebut bisa menambah nafsu makan, melainkan agar asupan gizi si kecil enggak kurang. "Kecuali jika bayi kekurangan vitamin B Kompleks, karena dampaknya memang bikin orang jadi kurang nafsu makan."
Jadi, jangan percaya omong kosong yang mengatakan vitamin bisa menambah nafsu makan, ya, Bu-Pak. Jangan pula menganggap, semakin gemuk bayi berarti semakin bagus. Kita enggak perlu malu, kok, meski si kecil kurus. Toh, kurusnya si kecil bukan berarti kita enggak merawatnya dengan baik. Iya, kan?
Justru kalau si kecil yang sudah kurus kerap dikasih vitamin sementara tubuhnya enggak kekurangan vitamin, barulah kita boleh merasa malu. Jangan lupa, kelebihan vitamin bisa menyebabkan iritasi lambung. Akibatnya, si kecil malah jadi tak mau makan. Kalau sudah begitu, bukannya ia bertambah berat badan malah tubuhnya jadi makin kurus. Nah, ini, kan, sama saja kita merawatnya dengan tak baik. Bukan begitu, Bu-Pak?
KONSULTASI DOKTER
Lagi pula, sebagai orang awam, agak sulit buat kita mendeteksi si kecil kekurangan vitamin atau tidak. Apalagi pada kasus yang tak terlalu berat (marginal). Selain, ciri kekurangan vitamin harus pula dilihat kasus per kasus. Misal, kekurangan vitamin A, "biasanya di bagian putih mata akan terlihat keruh. Bila didiamkan, lama-lama akan timbul bercak," jelas Najib.
Kekurangan vitamin A juga bisa membuat si kecil sering mengalami infeksi semisal radang tenggorokan. Bukan berarti bila si kecil mengalami radang tenggorokan maka ia kekurangan vitamin A, lo. Jadi, jangan dibalik, ya, Bu-Pak.
Kemudian soal berat badan, juga bukan ukuran mutlak anak kekurangan vitamin. "Memang, sering anak yang kurang vitamin, berat badannya juga kurang. Namun enggak bisa dibalik bahwa anak yang kurus berarti kurang vitamin." Anak-anak yang kekurangan vitamin, terang Najib, metabolisme tubuhnya juga kurang baik hingga berat badannya berkurang.
Jadi, yang terbaik tentulah berkonsultasi lebih dulu pada dokter, apakah si kecil memang perlu vitamin. "Biasanya dokter akan melihat dulu pola makannya. Jika sudah bagus, ya, enggak perlu vitamin." Misal, bayi yang mengkonsumsi ASI. "Bila gizi ibu cukup dan asupan vitaminnya pun baik, berarti bayinya tak mutlak perlu vitamin tambahan. Diharapkan dari ASI sudah terpenuhi kebutuhan bayi."
Begitu pula bayi yang mengkonsumsi susu formula, "bila susu formulanya sudah mengandung vitamin dengan kadar yang cukup berdasarkan Recommended Daily Allowences atau kebutuhan tiap hari bayi, maka bayi tak perlu tambahan vitamin." Namun dengan catatan, pola menyusunya juga baik, lo.
Jikapun si kecil kurus dan sulit makan, dokter juga enggak akan langsung kasih vitamin tapi melihat kasusnya dulu. Misal, si kecil tak suka makan sayur dan buah berarti ia butuh vitamin C. Nah, vitamin C inilah yang diberikan.
EMPAT KONDISI
Umumnya, dokter memberikan vitamin pada bayi bila mengalami salah satu atau lebih dari 4 kondisi berikut:
* Pola makannya tak bagus.
Kadang bayi mau makan atau minum susu tapi kadang tidak. Misal, bayi usia 4 bulan tak menyusu dengan baik, padahal di usia ini ia belum memperoleh makanan tambahan. Jelas ia butuh vitamin. Namun apa vitamin yang dibutuhkannya, dokterlah yang lebih tahu.
* Saat sakit atau baru sembuh dari sakit.
Dalam kondisi ini, bayi perlu vitamin. Biasanya bayi yang baru sakit kurang nafsu makan dan kebutuhan vitaminnya pun meningkat. Jadi, agar asupan gizinya cukup, ia boleh menerima vitamin. Setelah sehat kembali, pemberian vitamin dihentikan.
* Berat badan rendah.
Bayi dengan berat badan rendah atau kurang dari 2,5 kg juga perlu tambahan vitamin. Berat badan rendah bisa disebabkan bayi lahir prematur (belum cukup bulan). Biasanya bayi prematur kekurangan zat besi hingga yang dibutuhkan adalah suplemen zat besi. Di pasaran sebenarnya ada formula khusus untuk bayi prematur. Ini bisa diberikan hingga vitamin tak mutlak perlu.
Lain hal pada bayi lahir cukup bulan tapi kecil, jelas perlu tambahan vitamin. Biasanya bayi kecil yang lahir cukup bulan ini disebabkan ada masalah di plasenta ketika bayi masih di kandungan, hingga suplai makanan dari ibu ke janin kurang bagus. Makanya, ia lahir dengan berat badan rendah.
* Tak terkena sinar matahari.
Bayi yang tak terkena sinar matahari butuh vitamin, khususnya suplemen vitamin D. Namun kasus ini biasanya terjadi di negara empat musim. Ketika musim dingin tiba, bayi, kan, tak bisa dibawa keluar karena bisa kedinginan dan matahari pun jarang ada.
Di dalam kulit, terang Najib, ada bahan untuk membuat vitamin D. Namun untuk memproduksi vitamin D, kulit perlu terkena sinar matahari dulu. "Jadi, bila tak ada sinar matahari, proses tersebut tak bisa berlangsung."
Di negeri kita tentulah jarang sekali terjadi bayi kekurangan vitamin D. Bukankah negeri kita kaya akan sinar matahari? Terlebih lagi, ibu-ibu Indonesia biasanya kerap menjemur bayinya di waktu pagi kala mentari baru menampakkan dirinya.
KEBUTUHAN MINERAL
Selain vitamin, pemberian mineral pun tak boleh berlebihan. Bila gigi si kecil tak jua erupsi, misal, jangan buru-buru memberinya suplemen kalsium karena belum tentu ia membutuhkannya. Lagi pula, usia normal erupsi gigi antara 6 hingga 12 bulan. Toh, ini pun bukan patokan pasti karena ada juga bayi yang sudah erupsi di usia lebih awal semisal 4 bulan. Pasalnya, terang Najib, erupsi gigi juga dipengaruhi faktor bawaan anak.
Jadi, bila si kecil menyusunya bagus dan makannya pun baik namun ia belum juga erupsi gigi, berarti ia tak butuh tambahan kalsium. Bukankah kebutuhannya akan kalsium sudah dipenuhi dari susu? Jangan lupa, susu kaya akan kalsium. Sebaliknya, bila si kecil sudah erupsi gigi namun minum susunya kurang, ia jelas butuh suplemen kalsium.
Tentu bukan cuma kalsium. Mineral lain seperti fosfor dan fluor pun tak boleh berlebihan. Fluor, misal, penting untuk kekuatan gigi. Asupan fluor didapat dari air minum. Bila kadar air minum kurang dari 0,3 PPm (part per million), maka dibutuhkan suplementasi fluor; bisa dalam bentuk tablet atau multivitamin. Namun bila kadarnya sudah 0,3 PPm atau lebih, "tambahan fluor jelas tak diperlukan lagi." Hati-hati, lo, kelebihan fluor membuat gigi bercak-bercak, bukan putih. Malah jadi jelek, kan?
Bagaimana, Bu-Pak? Sekarang sudah tak mengagung-agungkan vitamin lagi, kan?
Faras Handayani/nakita

GEMUK PUN BISA KEKURANGAN VITAMIN
Bila si kecil gemuk, kita harus memperhatikan pemberian makanannya. "Jangan beri makanan yang berkarbohidrat tinggi seperti kue atau biskuit, karena membuatnya makin cepat gemuk. Sebaiknya berikan sayur dan buah," anjur Najib. Sayur dan buah sangat tinggi manfaatnya untuk kesehatan karena bisa menghindarkan sembelit dan tak bikin gemuk. Sayang, banyak orang tua lebih memilih memberi makanan yang dianggap lebih bergizi seperti susu, telur, dan daging sementara sayur dan buah tak dibiasakan. Akibatnya, ada bayi gemuk tapi kekurangan vitamin karena kelebihan kalori. Jadi, kendati gemuk, bukan berarti si kecil tak akan kekurangan vitamin, ya, Bu-Pak. Itulah pentingnya anak diberi makanan bergizi seimbang.
SI KECIL MENOLAK MAKAN LANTARAN DIPAKSA MAKAN
Bukan tak mungkin lantaran kita terlalu memaksanya makan. Seperti dikatakan Najib, 89 persen anak yang tak mau makan, penyebabnya karena dipaksa makan, entah oleh orang tua atau pengasuhnya. "Biasanya mereka punya target untuk menaikkan berat badan bayi. Hingga, walaupun si bayi sudah tak mau makan, tetap dipaksa." Bahkan, sering terjadi ibu sampai marah hingga bayi dicekokin agar makanannya bisa masuk. Sampai bayinya mau muntah pun masih tetap dipaksa makan. "Nah, ini, kan, membuatnya jadi trauma hingga akhirnya menolak makan." Ciri-cirinya: jangankan dikasih makan, melihat peralatan makannya saja ia sudah berontak dan mau muntah. "Itu akibat saking sebelnya ia karena dipaksa terus."
PILIH VITAMIN SINGLE
Maksudnya, sebuah produk vitamin hanya terdiri dari satu jenis vitamin. Sayang, sekarang jarang sekali vitamin yang single. Kebanyakan, satu produk terdiri bermacam-macam vitamin yang dicampur jadi satu. Di satu sisi memang memudahkan, tapi di sisi lain malah menyulitkan. Pasalnya, bila si kecil cuma butuh tambahan vitamin C, misal, tapi dengan mengkonsumsi produk yang terdiri macam-macam vitamin, maka bisa jadi ia akan kelebihan vitamin lainnya. Itulah mengapa, saran Najib, pilih vitamin yang single karena lebih baik.
Sumber: Tabloid Nova

Waspadai Dehidrasi pada Bayi

Dehidrasi tidak selalu disebabkan oleh diare. Sebaliknya, diare tidak senantiasa menimbulkan dehidrasi. Muntah, demam, dan flu pun memungkinkan bayi terkena dehidrasi.

Dehidrasi tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa tetapi juga bayi. Efek dehidrasi pada bayi akan lebih berbahaya ketimbang pada orang dewasa. Pada usia dewasa dehidrasi dapat diatasi dalam waktu relatif cepat, tetapi apabila dehidrasi didera bayi, dapat lebih berbahaya. Sebab, bayi belum memiliki kemampuan berbicara, sehingga kemungkinan orangtua atau pengasuh tidak mengetahui bila si kecil mulai terkena dehidrasi. Padahal bila berlanjut, efeknya bisa sangat berbahaya.
 BUKAN HANYA KARENA DIARE
Umumnya dehidrasi diasosiasikan sebagai dampak dari diare, apabila seringnya frekuensi buang air besar (BAB). Jika bayi berusia di bawah usia 6 bulan mengalami diare, para orangtua biasanya cepat tanggap mengantisipasi kemungkinan dehidrasi dengan memberikan asupan nutrisi cair, seperti asi atau susu formula. Padahal, dehidrasi tidak harus disebabkan oleh diare.
Nancy Showen, MD, seorang pendiri Oakland, California, mengatakan jika bayi mengalami demam atau kepanasan dan membuatnya banyak mengeluarkan keringat, bisa saja terkena dehidrasi. Saat bayi demam atau mengeluarkan banyak keringat, berikanlah banyak nutrisi cait. tetapi, bila ia memiliki kesulitan menelan, sebaiknya konsultasi pada dokter. Bisa saja dokter akan memberikan obat yang aman bagi bayi untuk mengurangi ketidak-nyamanan yang dideritanya.

Secara garis besar, dehidrasi dapat diakibatkan oleh dua penyebab:
1Kekurangan cairan tubuh secara berlebihan. Bisa karena diare, muntah, dan demam tinggi yang menyebabkan banyak keluar keringat
2Pemasukan asupan nutrisi yang kurang. Mungkin karena nyeri tenggorokan, perut tidak enak, sehingga anak menolak minum susu, dan terserag flu - yang umumnya menyebabkan turunnya nafsu makan/minum.

DEHIDRASI BISA BERKELANJUTAN
Dua hal terpenting bagi tubuh - termasuk bayi - adalah oksigen dan air. Apabila cairan dalam tubuh kurang, darah akan mengental, gerakan ke otak pun menjadi lambat. Pasokan oksigen pun berkurang. karensa oksigen tidak bisa bergerak sendiri ke otak tanpa ada cairan tubuh (darah). Jika berkelanjutan lama -lama akan menjadi syok yang dapat mengakibatkan kejang. Bila benar-benar terjadi, dapat menghasirkan komplikasi kemana-mana termasuk menjadi salah satu faktor yang bisa mengurangi kecerdasan. Pasalnya organ tubuh manusia saling berinteraksi satu dan lainnya, dan otak menjadi pusatnya.

DARI RINGAN HINGGA BERAT 
Secara garis besar, dehidrasi dapat dibagi dalam tiga tingkatan, masing-masing dehidrasi ringan dan sedang umumnya disatukan dalam satu kelompok, karena relatif sulit untuk membedakan apakah bayi terkena dehidrasi ringan atau sedang. Dehidrasi ringan, berarti bayi kehilangan cairan 5%, dehidrasi sedang 6-9%, sementara bila cairan tubuh berkurang 10% (bisa diukur dari adanya penurunan berat badan sekitar 10% dari bobot sebelumnya), sudah dikategorikan sebagai dehidrasi berat.
Dehidrasi ringan dapat dibantu di rumah dengan memberikan asupan cairan. Berikan bayi nutrisi cair sesering mungkin. jenis cairan dapt disesuaikan dengan kategori usianya. misalnya
  • ASI (untuk bayi yang masih diberi asi eksklusif)
  • Susu formula (anti alergi)
  • Jus/ sari buah
  • Teh manis
  • Larutan gula garam 
Bayi yang berusia 0 - 6 bulan yang masih diberikan aasi eksklusif, pastikan ASI-nya cukup. Konsultasikan dengan dokter anak ahli laktasi agar bisa menyusui secara optimal.
Pada kondisi lebih lanjut, segeralah bawa si kecil ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis, dengan cara diberi infus. Tetapi bayi adakalanya memiliki pembuluh darah yang tipis. Jadi untuk memasang infus relatif lebih sulit dari pada orang dewasa. Kadang-kadang diperlukan tindakan operasi kecil untuk mencari jalan darahnya (pembuluh darah). meski demikian, apabila tindakan dianggap perlu, akan dilakukan agar si kecil tidak syok.
 


Jumat, 04 Februari 2011

DETEKSI DEHIDRASI PADA BAYI

Dr. Sander D. Teddy, SpA, dokter spesialis anak, Brawijaya Womwn and Children Hospital, menyebutkan ada sejumlah cara sederhana yang dapat dilakukan untun kemdeteksi kondisi dehidrasi pada bayi, diantaranya:
1Buang air kecil yang berkurang. Bahkan, kurang dari 6 kali sehari. Cara mudah memantau antara lain popok jarang basah (penggantian popok berkurang).
2 Ubun-ubun. Bayi biasanya memiliki ubun-ubun besar segi empat di atas kepala yang belum menutup. Bila mengalami dehidrasi kemungkinan jadi mencekung. Ini berlaku bagi bayi di bawah usia 19 bulan.
3Mata cekung dan air mata sedikit. Bila menangis, mungkin sedikit atau bahkan sama sekali tidak mengeluarkan air mata.
4Kelenturan kulit terganggu. Saat nirmal, bila dicubit dalam 2 detik kulit akan kembali semula, bila dehidrasi akan agak lama. tetapi ini tidak bisa dijadikan satndar untuk mendeteksi apakah anak dehidrasi atau tidak, bila tubuh bayi montok. Pasalnya, pada kulit berlemak tebal, apabila dicubit kembalinya juga cepat.
5Bibir, mulut, dan lidah kering.
6Anak menjadi rewel, gelisah, lemah, dan lesu.
7Penurunan berat badan. Bayi yang terkena dehidrasi - apalagi dehidrasi berat - bobotnya akan turun.